Selasa, 24 Mei 2011

Manusia harus lebih taat kepada Allah

Posted by Yerusalem Baru Selasa, Mei 24, 2011, under | No comments

Kita harus lebih taat kepada Allah daripada manusia (Kis 5: 29). Manusia mempunyai keterbatasan itu, sedangkan kuasa Allah sungguh tak terbatas oleh apapun. Betapa murid-murid Yesus taat dan tanpa takut untuk menjalankan tugas mereka untuk memberitakan keselamatan dan menyerukan pertobatan bagi bangsa-bangsa. Meski mereka tahu bahwa apa yang mereka lakukan ini adalah nyawa taruhannya tetapi mereka tidak gentar karena mereka mengetahui kebenaran sejati dari kematian dan kebangkitan Kristus.
Kita dapat taat bukan karena kita takut namun kita taat karena kasih karunia Kristus yang demikian besar kepada kita. NyawaNya diberikan kepada kita agar kita bebas dari tulah, bebas dari segala dosa yang membelenggu hidup kita. Dia ingin kita mendapat keselamatan, dan satu-satunya jalan menuju keselamatan itu hanya melalui Yesus Kristus saja.
Oleh sebab itu mari kita mau membuka hati kita dan senantiasa mau mendekatkan diri kita kepada Yesus. Sebab Allah itu firman. Ada 3 langkah yang perlu kita fahami agar kita dapat lebih mengenal Allah, yaitu :
1. Izinkan Allah mengungkapkan kebenaran firmanNYa kepada anda. Bacalah alkitab anda, bukan untuk mencari solusi dari masalah-masalah anda atau sekedar hanya ingin menyenangkan Tuhan saja, melainkan untuk semakin mendekati karakter Kristus.
2. Percayalah pada kuasa Roh Kudus yang mampu mengubahkan, yang akan memimpin anda menuju kebenaran. Sebelum Yesus terangkat ke surga, Dia telah membekali kita dengan Roh KudusNya. Dia tidak meninggalkan kita dengan begitu saja, namun diutuskannya Roh KudusNya untuk selalu menyertai kita.
3. Amatilah hikmat dari orang-orang yang mengikuti Kristus dan yang melakukan hal-hal yang benar. Lihatlah para rasul-rasul Kristus yang telah banyak melakukan hal-hal yang benar. Jadikanlah itu suatu panutan sikap yang akan menghantar kita untuk hidup dalam kebenaran dan kebajikan.

Dalam Matius 28:20 dikatakan dengan jelas bahwa Yesus akan tetap menyertai kita sampai kapanpun hingga akhir jaman. Suatu janji penyertaan yang luar biasa. Tuhan Yesus sungguh setia. Dia begitu peduli dan begitu memperhatikan anak-anakNya. Dia tau segala kelemahan dan kekurangan kita sehingga Dia mau selalu menyertai kita. Roh Kudus ditinggalkannya bagi kita agar kita selalu dituntun dan dibimbing oleh Roh KudusNya. Jadi kita tidak sendiri.
Manakala perjalanan anda mulai terasa berat, ingatkan diri anda bahwa anda tidak sendiri. Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa ( Mzmr 60:14).
Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja didalam kita. Bagi Dialah kemuliaan didalam jemaat dan didalam Kristus Yesus turun temurun sampai selama-lamanya, amin ( Efesus 3:20-21 ).
Lakukanlah semuanya untuk kemuliaan Tuhan, bukan untuk kesukaan manusia ( I Kor 10:31 ). Belajarlah untuk lebih taat kepada Tuhan dengan melakukan apa yang benar dimataNya, memasang telinga kita kepada perintah-perintahNya dan tetap mengikuti segala ketetapanNya. Tetaplah berdiri teguh, jangan goyah dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan ! ( I Kor 15:58 )
Tuhan memberkati

Sabtu, 14 Mei 2011

Jubah kemuliaan

Posted by Yerusalem Baru Sabtu, Mei 14, 2011, under | No comments




Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang ; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat ( Kej 3:7)

Bacaan : Kejadian 3:1-24
Manusia kian bertambah banyak jumlahnya dimuka bumi ini, dan kejahatan kian merajalela. Padahal Tuhan menciptakan manusia itu baik adanya. Tuhan membentuk kita seturut gambar dan rupa Allah. Namun karena manusia yang tidak pernah mau patuh dan gampang terbuai dengan bujuk rayu iblis sehingga menyebabkan manusia kehilangan kemuliaannya. Manusia menjadi gampang terseret dalam lembah dosa. Karena manusia lebih mengikuti kedagingannya sehingga mereka dengan mudahnya diperdaya oleh iblis. Iblis tahu persis kelemahan manusia itu sehingga dengan mudahnya dia dapat memperngaruhi manusia untuk jatuh kedalam dosa.
Pada saat manusia berada dalam pelukan dosa, manusia hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Dan hidup dalam ketakutan sungguh sangat tidak mengenakkan. Kita dikejar dengan dosa-dosa kita. Iblis sudah membujuk kita untuk berbuat dosa dan iblis pulalah yang akan terus menerus meneror dan mengintimidasi kita sehingga hidup kita tidak terasa nyaman lagi. Diayat 10 tertulis, ketika aku mendengar bahwa Engkau ada didalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi .
Mengapa harus bersembunyi ? Karena mereka tahu bahwa mereka sudah melakukan suatu kesalahan. Perasaan bersalah membuat orang merasa ketakutan dan akhirnya bersembunyi, itulah yang dilakukan oleh Adam dan Hawa.
Ketika kita berdosa, keadaan kita menjadi telanjang. Jubah kemuliaan kita hilang dan kita menjadi telanjang dihadapan Tuhan. Dan karena kita berbuat dosa kita menjadi takut untuk bertemu dengan Allah. Kita merasa tidak layak dan pantas untuk berjumpa dengan Allah karena tubuh kita penuh dengan kenajisan. Takut , dan itulah yang dimanfaatkan oleh iblis untuk membuat kita semakin terperosok dalam lembah dosa. Diintimidasi oleh iblis supaya kita merasa bersalah, merasa dibenci Tuhan, merasa tidak layak dan tidak pantas, sehingga banyak yang mengakhiri hidupnya karena dibawah tekanan iblis. Tetapi beruntunglah kita, karena kita memiliki Allah yang begitu sangat mengasihi kita. Allah memang benci dengan dosa itu namun Dia tidak membenci orang-orang yang berdosa. Allah tetap mengasihi kita dengan luarbiasa dan Dia menginginkan kita bebas dari belenggu dosa dan maut.
Allah ingin memberikan jubah untuk kita agar menutupi ketelanjangan kita akibat dosa. Dan Tuhan Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk istrinya itu,lalu mengenakannya kepada mereka ( ayat 21).
Walaupun manusia sudah melakukan kesalahan sehingga diri mereka telanjang, namun Tuhan baik dan masih mau membuatkan kita pakaian untuk menutupi ketelanjang kita. Allah masih ingin manusia itu memperoleh keselamatan. Dan Dia masih menwarkan keselamatan itu kepada kita hingga detik ini.
Dan Allah Bapa mengutus putraNya yang tunggal, yang disalib dan mati demi pertukaran nyawa dan keselamatan kita. Bersyukurlah karena kasih Bapa yang begitu besar pada kita sehingga Dia rela memberikan putraNya yang tunggal kepada kita untuk memberikan nyawaNya demi menyelamatan semua umatNya dari penghukuman kekal.
Bertobatlah dan nantikanlah Jubah Kemuliaan yang akan dikenakan pada kita pada saat Tuhan akan mengangkat kita tuk tinggal bersama-sama dengan Dia didalam takhta kerajaanNya yang agung. Jadilah 5 gadis bijaksana yang selalu siap sedia menyambut kedatangan Sang Mempelai. Mintalah senantiasa Roh Kudus untuk selalu memagari kita agar kita terhindar dari jerat iblis. Sebagai anak –anak Allah, yakinlah bahwa kita ini adalah anak-anak terang dan kita hidup penuh berkemenangan sebab jika Allah dipihak kita, siapakah lawan kita?

Jangan hidup hanya untuk memuaskan kedagingan kita, namun hiduplah dalam Roh demi kemuliaan Tuhan

(SAS)

Jumat, 06 Mei 2011

Minta Hikmat

Posted by Yerusalem Baru Jumat, Mei 06, 2011, under | No comments

Minta hikmat
Jadi berfirmanlah Allah kepadanya : “ Oleh karena engkau telah meminta hati yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum ( I Raja-raja 3:11)

Bacaan : I Raja-raja 3:1-15
Manusia cenderung berdoa kepada Tuhan hanya untuk meminta buat kepentingan pribadinya semata. Minta kesehatan, umur panjang, rezeki, jodoh, karier dan masih banyak lagi permintaan yang lainnya. Semua itu tidak salah. Tuhan berkata dalam kitab Markus 11:24, apa saja yang kita minta dan doakan, akan kita terima dengan iman kita. Namun bukan hal itu yang Tuhan inginkan. Tuhan sudah tau keinginan dan kebutuhan kita. tetapi Tuhan ingin kita juga untuk memintakan hal-hal yang bukan buat diri kita pribadi. Kita harus memikirkan orang-orang disekitar kita. Orang-orang yang kita kenal maupun yang tidak kenal. Orang-orang yang membutuhkan untuk kita doakan.

Meski masih sangat muda belia, Salomo tidak egois. Salomo tidak meminta umur panjang agar dia bisa bertahta lebih lama dalam kerajaannya, agar dia bisa menikmati lebih lama kekuasaan dan harta bendanya. Tetapi Salomo memikirkan bagaimana dia kelak akan memimpin ribuan rakyatnya. Salomo ingin menjadi raja yang adil dan bijaksana sehingga ketika Tuhan mengatakan mintalah apa yang hendak kamu minta, akan Aku berikan kepadamu (ayat 5), Salomo langsung memilih meminta hikmat daripada meminta hal-hal yang untuk kepentingan dirinya pribadi (ayat 9). Betapa arif dan tulusnya permintaan Salomo ini, bahkan Tuhanpun mengganggap itu hal yang baik (ayat 10). Tuhan sangat memuji sikap Salomo sehingga Tuhan mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang seperti Salomo ( ayat 12b). Dan dampak dari apa yang dilakukan oleh Salomo, Tuhan memberikan banyak hal yang tidak Salomo mintakan padaNya. Kekayaan maupun kemuliaan. Namun Tuhan menganugerahkan semuanya itu kepada Salomo. Bahkan Tuhan berjanji akan memberikan umur yang panjang baginya asalkan salomo tetap hidup sesuai dengan jalan yang Tuhan tunjukkan padanya.

Mari kita belajar seperti Salomo. Kita berdoa kepada Tuhan untuk memberi kita hikmat, memberikan kita hati yang mengasihi agar kita dapat mengasihi sesama kita. mau peduli dan mau turut mendoakan orang lain, bukan berdoa untuk diri kita masing-masing namun berdoa buat jiwa-jiwa lain yang butuh keselamatan, yang butuh pertolongan, yang butuh uluran tangan kita. Orang-orang yang membutuhkan perhatian, kasih dan doa dari kita. mari kita belajar untuk lebih peka dan lebih peduli pada mereka. Semakin banyak kita berbuat kasih, maka apa yang tidak kita mintakan kepada Allah, Dia yang maha tahu, Dia tahu kebutuhan kita dan Dia akan memenuhikannya bagi kita sebab Dia adalah Allah yang peduli dan Allah yang turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Tuhan memberkati

Sikap yang peduli adalah sikap yang sangat disukai Tuhan

(SAS)

Selasa, 03 Mei 2011

Kristen KTP

Posted by Yerusalem Baru Selasa, Mei 03, 2011, under | No comments

Yesaya 4 :1, “ Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata : “Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri: hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami: ambillah aib yang ada pada kami”.
Didalam nats diatas, kata “pria” itu adalah gambaran dari mempelai pria Sorgawi, yaitu Yesus Kristus. Dan ke tujuh orang perempuan itu digambarkan sebagai orang Kristen. Ketujuh perempuan itu berkata bahwa mereka ingin agar nama pria itu dilekatkan pada nama mereka, namun soal makanan dan pakaian mereka tidak mau memakai pakaian dan memakan makanan dari “pria” itu.
Apakah yang dimaksud dari ayat ini? Didalam ayat ini menyatakan bahwa ada banyak orang Kristen atau yang mengaku Kristen yang mau menerima keselamatan dari Kristus tetapi tidak mau makan makanan dari Kristus. Makanan dari Kristus yaitu firman Allah. Banyak orang Kristen yang lebih senang makan dari makanannya sendiri berdasarkan kesenangannya sendiri dan bukan makan dari makanan yang disiapkan oleh Allah. Jadi mereka lebih mengikuti nafsunya, keinginan daging mereka ketimbang taat kepada Allah. Allah itu adalah firman, dan firman itu hidup. Itulah makanan yang ditawarkan oleh “pria” itu yang tak lain adalah sang mempelai Sorgawi.
Perempuan ini juga tidak mau mengenakan pakaian dari Kristus. Pakaian ini yang dimaksudkan adalah perbuatan – perbuatan ( Wahyu 197-8). Perempuan ini berbuat sekehendak hatinya sendiri dan tidak mau mengenakan pakaian kekudusan dari sang mempelai pria, tetapi mereka mengenakan pakaian kenajisan. Perbuatan-perbuatannya tidak mau disesuaikan dengan pribadi Yesus. Janganlah kita termasuk dengan orang Kristen yang sama dengan ketujuh perempuan ini. Tetapi marilah kita menjadi orang Kristen yang memiliki hati dan pikiran Kristus sehingga kita mempunyai kelakuan atau perbuatan seperti Kristus. Orang ini mengaku sebagai orang Kristen (nama pria itu dilekatkan pada namanya ) bahkan ia berkedok dibalik aktivitas kekristenan, tetapi sesungguhnya ia tidak hidup dari firman Tuhan dan tidak mengenakan pakaian kekudusan. Tidak semua orang yang membawa nama Yesus, hatinya benar dan kudus. Dan yang akan diakui oleh Yesus yaitu orang-orang yang melakukan kehendak Bapa disurga ( Mat 12: 46-50 ). Dan orang Kristen banyak yang akan jatuh dari kesombongan. Rasul Paulus pernah mengingatkan bahwa kalau ada orang yang merasa dirinya kuat, hendaklah ia waspada supaya ia jangan sampai terjatuh. 1 Kor 10:12, “sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!
Ada banyak orang yang lebih mudah menerima penyesatan daripada pengajaran yang benar. Injil Matius sudah memperingatkan kita agar dapat selalu waspada pada penyesatan ( Mat 24:4-5). Jadi kita harus tetap berjaga-jaga seperti layaknya 5 gadis bijaksana yang mebawa lampu minyak beserta minyaknya sehingga pada saat mempelai pria itu datang, pelita mereka tetap menyala dan mereka dapat masuk dalam takhta kerajaan Allah bersama-sama dengan sang mempelai pria, yaitu Yesus Kristus.

Minggu, 01 Mei 2011

Exam Precede Promotion

Posted by Yerusalem Baru Minggu, Mei 01, 2011, under | No comments

Enli Full
During a specified period of duration as believers, may we expect God to bring us to continue to grow and continue to rise, but before we can experience the campaign, God must first bring us to pass the test. Therefore I want you to realize that today, are times in which God gives us the opportunity to always practice the truth in a respond to everything that happens in our lives.


"Behold, I send my messenger, that he may prepare the way before me! With a sudden the Lord whom you seek will come to his temple! Angel of the Agreement that you want it, in fact, he is come, saith the LORD of hosts. Who can bear the day of His coming? And who can remain standing, when he appeared? Because He is like a refiner's fire and metal builders such as soap builders cleaners. He would sit like a man who purify and cleanse the silver, and He cleansed the Levite, purify them like gold and like silver, that they be the ones who sacrifice the right to the Lord. So the offering of Judah and Jerusalem will be pleasing to the Lord as in the days of yore, and as the years that has-been "(Malachi 3:1-4)


At the time of the Lord to promote the people's right, then they will begin to occupy positions that had been occupied by the wicked. When people really begin to be promoted, they are placed in positions as decision makers, then from since that's when we'll see how the mighty hand of God will become more apparent in the communities in which we exist.

Before this happens, God wanted to make sure that we are good enough and capable enough to occupy the newly created position, because the new position, the challenges that we face will be larger, with the coming campaign, there are responsibilities that accompany the promotion. Malachi 3 above describes the preparation period before entering the campaign as 'purification period' - the Lord will personally designing every situation / circumstances that we face as a fire or soap. Is that still dirty and unclean in our lives, all of a sudden will start popping up and we have to cope. When a metal (gold / silver) was first taken from the mining, metals are still filled with dirt, but after it started boiling metal at certain hotspots, the precious metal will begin to melt and stools will begin to look out.


Some principles about the exam:

1. At these times, God will bring all the fleshly seed, humanity and carnality are once scattered in our hearts.

There are certain people who are still able to maintain his sincerity when he was in lower level, but when they start rising to a new level, various devious mind began to emerge from within himself. God does not want this to happen, because it can bring you back down to the bottom. What God wants is that we can grow from one glory to glory even more. The problem, often the seeds of carnality and humanity hidden within the inner meeting our deepest, until sometimes we are not aware of it. But when God began to bring us to a new level, that's when the hidden sin that will begin to emerge.

That is why God wants is for far-away days before He promotes us, we have first tackle all seeds hidden sin, because if the campaign comes without our prior overcome the seeds of which there are, we will bear the burden of double and would be a hassle to make. Often, God deliberately create different pressures and events that are not bad happens repeatedly in our lives, in order to show the condition / our true identity in the face of him that we still have to tackle and clean up.

When all the flesh and humanity of us began to appear, at the same time, the Holy Spirit in us will indeed begin to speak and remind us of the flesh and humanity that still exist within us that. When the Holy Spirit began to remind us, immediately take a firm decision to overcome the flesh / humanity of it and follow what the Spirit for our guidance. During the exam, which is most needed is to make sure our hearts are always drawn to the truth. While all the flesh and humanity began to reveal itself and we took the decision to address and respond in the divine, the flesh and humanity that's when we'll start out. Everyday life we too will become more divine.


2. In exam period, God will make the level of faith and our reliance on him increased dramatically.

At times like this, sometimes we will be confronted with a situation where as if we can continue to practice the truth, the losses that will be our responsibility is enormous. If we look in the book of Daniel, Shadrach, Meshach and Abednego in fact already have a pretty good position in the government of Babylon. Suddenly, the king issued a command to create an image of himself and all his princes and kings employee shall worship the statue was - at that time that Shadrach, Meshach and Abednego were tested. They must decide whether they will continue to walk and stand in the truth, to risk life and position are at stake. However, precisely in situations like that God purposely led them to pass the test, to prove whether they really hold on to truth, whatever the risk.

Often God will also bring us experience the same thing. When God brings us through the examination period, as conditioned us to make decisions, whether we would have stayed in a lot of truth to bear the risk of loss. In fact, sometimes God is allowing us to experience losses for the test, whether in the midst of loss we experience, we remain willing to risk everything in order to survive in the truth.

Whatever you will encounter as a test, one of my messages, never compromising the truth, because once you pass all these tests, the campaign that you will receive will far surpass anything you can think of (Gen. 15:1: "I Am your abundant Compensation "= I am dressing rugimu abundant). In areas where you have exams, in an area that God will promote you. And when it's time you receive a promotion from God, what is still lacking in your life for you to do His plan as a whole, that is what the Lord will give thee (Gen. 15:2-4). Therefore, make sure from time to time His righteousness keep control of you!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Blog Archive

Blog Archive