Senin, 16 Juli 2012

Belajar dua hal dari kehidupan Henokh

Posted by Yerusalem Baru Senin, Juli 16, 2012, under | No comments



Kejadian  5:24  Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.
Ada dua orang yang di catat di alkitab yang tidak mengalami kematian daging tapi di angkat oleh Tuhan. Mereka adalah Henokh dan Elia. Henokh diangkat Tuhan dengan tiba-tiba, Elia diangkat Tuhan dengan Kereta berapi dengan Kuda berapi (2 Raja-Raja 2:11).
Kedua orang ini punya kelebihan khusus dimata Tuhan sehingga Tuhan tidak membiarkan mereka mengalami kematian daging; Tuhan mengangkat mereka dalam tubuh kesempurnaan.  Kita dapat belajar dari kedua pribadi ini bagaimana tentang kesetiaan di dalam Tuhan, namun kali ini kita belajar dari kehidupan Henokh.
Ada dua hal yang dapat kita pelajari dari kehidupan Henokh, yaitu:
1.    Henokh meresponi peringatan Tuhan.
Secara hurufiah arti nama Henokh adalah di persembahkan. Walau arti namanya indah, namun Alkitab tidak mencatat apapun tentang aktivitas Henokh sampai ia mencapai usia 65 tahun. Sebelum usia tersebut, henokh belum mempersembahkanhidupnya kepada Tuhan. Ia mulai bergaul dan mempersembahkan hidupnya kepada Allah setelah ia mencapai usia 65 tahun, setelah ia memperanakkan Metusalah. Itu kita temukan dalam Alkitab.
Gen 5:21-22 (IBIS)  Pada waktu Henokh berumur 65 tahun, ia mendapat anak laki-laki namanya Metusalah.  Setelah itu Henokh hidup dalam persekutuan dengan Allah selama 300 tahun. Ia mendapat anak-anak lain
Titik balik Henokh meninggalkan kehidupan lamanya adalah ketika usianya 65 tahun dan tepat ketika kelahiran anaknya Metusalah. Henokh sampai kepada titik balik kehidupannya ketika Allah menyampaikan pesan kepadanya melalui anaknya. Ada apa dengan Metusalah?
Menurut arti kata, Metusalah terdiri dari kata mut berarti “mati” atau “membunuh” dan salah berarti “mengusir” jika digabungkan dapat berarti ‘ketika dia mati, dunia berakhir’ .  Melalui anaknya “Metusalah” Tuhan mengingatkan kepada Henokh bahwa dunia akan segera berakhir. Dimana ketika Metusalah mati maka akan ada suatu peristiwa besar yang akan menghancurkan dan membinasakan manusia, itulah peristiwa Air Bah yang melanda bumi pada Zaman Nuh.
Tadi sebelum menulis renungan ini saya membaca Kejadian 5 & 6 dan mencoba mengihitung-hitung dengan Excel dan membuatkan Grafiknya. Hasil hitungan saya menunjukkan bahwa Air Bah terjadi pada tahun 1656 setelah penciptaaan adam; dan dalam hitungan saya Metusalah juga wafat pada tahun tersebut. Kita perhatikan tabel dibawah (Untuk mengerti silahkan baca juga Alkitab Kejadian 5 & 6).
Gambar 1. Tabel Usia
gambar 2. Chart Masa Hidup
Luar biasa! Peringatan Tuhan terhadap Henokh melalui Metusalah benar-benar terjadi. Pada saat Metusalah Mati, disitulah terjadi penghakiman pertama atas dunia yaitu pada tahun 1656 (Setelah Adam).
Lalu bagaimana dengan kita? Apa respon kita terhadap peringatan Tuhan? Apakah kita sudah masuk pada titik balik kita seperti Henokh meresponi peringatan Tuhan?
Dalam Alkitab tercatat 3 (tiga) kali peringatan Tuhan bahwa ia akan datang segera. Namun sebelumnya Tuhan juga sudah memperingatkan akan kematian dan kebangkitann-Nya yaitu:
Pemberitahuan pertama tercatat dalam Matius 16:21: “Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
Pemberitahuan kedua tercatat dalam Matius 17:22-23 : Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” Maka hati murid-murid-Nya itupun sedih sekali.
Pemberitahuan ketiga tercatat dalam 20:18-19: “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati.  Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.”
Itu telah tergenapi ketika Yesus di siksa dan mati di kayu Salib dan bangkit pada hari yang ketiga. Sementara peringatan Tuhan akan datang segera juga di catat tiga kali, yaitu:
Pemberitahuan petama tercatat dalam Wahyu 22: 7 “Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!” .
Pemberitahuan kedua tercatat dalam Wahyu 22:12: “Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.
Pemberitahuan ketiga tercatat dalam Wahyu 22: 20: Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: “Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
Bagimana respon kita? Apakah peringatan ini kita jadikan titik balik kita untuk datang dan bergaul erat dengan Tuhan. Sebab pada peringatan ini Tuhan akan datang sebagai Hakim yang adil yang akan menghakimi manusia sesuai dengan perbuatannya.
Henokh telah mengambil bagiannya dengan menjadikan peringatan akan penghakiman Tuhan melalui anaknya “Metusalah”; demikian juga hendaknya kita menjadikan peringatan akan kedatangan Tuhan ini menjadi titik balik kehidupan kita.
2.    Henokh setia dalam kasih Mula-Mula
Kejadian 5:21-22 (IBIS)  Pada waktu Henokh berumur 65 tahun, ia mendapat anak laki-laki namanya Metusalah.  Setelah itu Henokh hidup dalam persekutuan dengan Allah selama 300 tahun. Ia mendapat anak-anak lain
Perhatikan ayat diatas, sebelum Henokh diangkat Tuhan, ia bergaul dengan Allah selama 300 tahun. Luar biasa! Tidak bisa dibayangkan ada manusia yang bisa menjaga kesetiaannya selama 300 tahun! Henokh bergaul intim dengan Tuhan selama 300 tahun!
Henokh dapat mempertahankan “kasih mula-mulanya” kepada Tuhan selama 300 tahun, sampai Tuhan datang mengangkat dia. Sungguh sulit dibayangkan!
Itulah sebabnya mengapa Tuhan sangat berkenan kepada Henokh dan tidak membiarkannya mengalami kematian daging; karena ia mampu menjaga kesetiaannya dan mempertahankan kasih mula-mula.
Bila saya bandingkan diri saya; saya bertobat dan Lahir baru tahun 2002; artinya saya bergaul dengan Tuhan masih kira-kira 9 tahun. Tak terbayangkan  jika di bandingkan dengan Henokh yang tidak bosan-bosannya bergaul dengan Tuhan selama 300 tahun. Saya berdoa semoga Tuhan menolong saya untuk dapat menjaga kesetiaan dan kasih saya dengan Tuhan setidaknya sampai Tuhan menjemput saya.
Inti dari Point ini adalah; marilah kita mejaga dan mempertahankan kesetiaan dan kasih kita kepada Tuhan seperti Henokh yang kasih setianya kepada Tuhan tidak luntur oleh waktu.
Wahyu 2:2-5 : Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.  Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.  Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.  Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.
Tuhan Yesus memberkati Amin.


sumber : YHS Link Ministry

0 komentar:

Poskan Komentar

Setelah dibaca apa anda punya komentar untuk artikel diatas ?

Jika anda merasa terberkati dengan artikel diatas atau anda mengalami pengalaman peristiwa yang sama, sharingkan dan tinggalkan pesan, kesan atau komentar apa saja yang positif disini.

Semoga komentar anda dapat menjadi berkat bagi yang lainnya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Blog Archive

Blog Archive